Labuan Bajo

Labuan Bajo

Labuan Bajo merupakan salah satu desa dari 9 desa dan kelurahan yang berada di kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Labuan Bajo dulunya adalah sebuah kelurahan sekaligus ibukota Kecamatan Komodo juga merupakan ibukota Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Sekarang sudah dikembangkan menjadi Kota Labuan Bajo.

Wilayahnya meliputi; Kampung Ujung, Kampung Cempa, Kampung Tengah, Kampung Air, Lamtoro, Wae Kelambu, Wae Medu, Cowang Dereng, Wae Kesambi, Wae Bo, Lancang, Sernaru, Wae Mata, Pasar Baru, Pede, dan Gorontalo.

Kota kecil di pinggir pantai paling barat Pulau Flores ini, banyak memiliki fungsi strategis,
antara lain;

Pusat pemerintahan; ibukota kabupaten dan kecamatan. Kantor Bupati Manggarai Barat, Kantor DPRD, Kantor Camat dan Kantor Dinas pemerintahan.

Pusat pendidikan; 4 sekolah lanjutan atas (SMAN 1 Komodo, SMKN 1 Labuan Bajo, SPM, SMA Katolik Loyola), 4 sekolah lanjutan pertama (SMPN 1 Komodo, SMPK Loyola, SMPK Arnoldus, MTs Darussalam )

Pusat perdagangan; sejak dulu Mbajo (sebutan oleh orang lokal) merupakan tempat berlabuhnya para pedagang dari Makassar (Bajo dan Bugis), hingga dibangunnya Dermaga Ferry, Pelabuhan PELNI, dan Bandar Udara Komodo.

Pusat Pariwisata; tempat-tempat pariwisata banyak terdapat di Labuan Bajo, antara lain; Pantai Pede, Pantai Gorontalo, Puncak Waringin, Gua Batu Cermin, dan beberapa objek wisata pantai di pulau-pulau sekitar Labuan Bajo, seperti; Wae Cicu, Pulau Bidadari, Batu Gosok/Kanawa, dan Taman Nasional Komodo.

Kabupaten Manggarai Barat

Kabupaten Manggarai Barat

Kabupaten Manggarai Barat merupakan sesuatu kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Kabupaten Manggarai Barat ialah hasil pemekaran dari Kabupaten Manggarai bersumber pada Undang Undang Nomor. 8 Tahun 2003. Wilayahnya mencakup darat Pulau Flores bagian Barat serta sebagian pulau kecil di sekelilingnya, antara lain merupakan Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Seraya Besar, Pulau Seraya Kecil, Pulau Bidadari serta Pulau Longos. Besar area Kabupaten Manggarai Barat merupakan 9. 450 km² yang terdiri dari area darat seluas 2. 947, 50 km² serta area lautan 7. 052, 97 km².
Ilham pemekaran area Kabupaten Manggarai Barat telah terdapat semenjak tahun 1950- an. Ilham ini mencuat awal kali oleh Ayah Lambertus Kape, figur Manggarai asal Kempo Kecamatan Sano Nggoang yang sempat bersandar bagaikan badan Konstituante di Jakarta. Pada tahun 1963 harapan buat memekarkan Kabupaten Manggarai dengan membuat Kabupaten Manggarai Barat mulai diperjuangkan dengan cara resmi lewat badan politik partai Kristen Subkomisariat Manggarai. Pada tahun 1982 Manggarai Barat diserahkan status Area Kegiatan Pembantu Bupati Manggarai Bagian Barat dengan Ketetapan Menteri Dalam Negeri No: 821. 26- 1355 bertepatan pada 11 november 1982.
Lewat cara analisis yang matang dengan mencermati kemampuan serta besar area dan keinginan buat pendekatan jasa pada warga hingga lewat Konferensi Sempurna DPR RI bertepatan pada 27 Januari 2003 harapan serta kemauan warga Manggarai Barat menggapai puncaknya dengan disahkannya Hukum No 8 tahun 2003 mengenai pembuatan Kabupaten Manggarai Barat hingga Kabupaten Manggarai Barat sah tercipta.
Pada bertepatan pada 1 September 2003, Drs. Fidelis Pranda dilantik jadi Administratur Bupati Kabupaten Manggarai Barat yang bekerja melaksanakan rezim dan menyiapkan penentuan kepala wilayah pasti. Serta berikutnya lewat cara kerakyatan dengan penentuan kepala wilayah dengan cara langsung Drs. Fidelis Pranda dan Drs. Agustinus Ch. Dula setelah itu dinaikan jadi Bupati serta Delegasi Bupati Manggarai Barat yang awal.
Serta pada tahun 2010, dilangsungkan cara pilkada yang kedua. Dari cara ini Drs. Agustinus Ch. Dula dan Drs. Maximus Gasa jadi Bupati serta delegasi Bupati yang kedua.
Pada dini berdirinya dibagi atas 7 kecamatan ialah Kecamatan Komodo, Kecamatan Sano Nggoang, Kecamatan Boleng, Kecamatan Lembor, Kecamatan Welak, Kecamatan Kuwus, Kecamatan Macang Pacar serta pada tahun 2011 dimekarkan jadi 10 kecamatan dengan bonus area pemekaran ialah Kecamatan Lembor Selatan, Kecamatan Mbeliling serta Kecamatan Ndoso.
Kecamatan di Manggarai Barat, ialah:
Kecamatan Komodo
Kecamatan Sano Nggoang
Kecamatan Mbeliling
Kecamatan Boleng
Kecamatan Kuwus
Kecamatan Lembor
Kecamatan Lembor Selatan
Kecamatan Welak
Kecamatan Ndoso
Kecamatan Macang Pacar

Pulau Flores

Pulau Flores

Flores, dari bahasa Portugis yang berarti“ bunga” terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Flores tercantum dalam kelompok Kepulauan Sunda Kecil bersama Bali serta NTB, dengan besar area dekat 14. 300 km². Masyarakat di Flores, pada tahun 2007, menggapai 1, 6 juta jiwa. Pucuk paling tinggi merupakan Gunung Ranakah( 2350m) yang ialah gunung paling tinggi kedua di Nusa Tenggara Timur, setelah Gunung Mutis, 2427m di Timor Barat. Pulau Flores bersama Pulau Timor, Pulau Sumba serta Kepulauan Alor ialah 4 pulau besar di Provinsi NTT yang ialah salah satu provinsi kepulauan di Indonesia dengan 566 pulau. Flores, dengan besar, jumlah masyarakat serta pangkal energi bagus alam ataupun orang yang ditaksir lumayan mencukupi, saat ini tengah menyiapkan diri jadi suatu provinsi pemekaran di NTT. Di akhir barat serta timur Pulau Flores terdapat sebagian kelompok pulau kecil. Di sisi timur terdapat kelompok Pulau Lembata, Adonara serta Solor, sebaliknya di sisi barat terdapat kelompok Pulau Komodo serta Rinca. Sisi barat pulau Flores, sehabis kelompok pulau- pulau kecil itu, ada pulau Sumbawa( NTB), sebaliknya di sisi timur sehabis kelompok pulau- pulau kecil itu, ada kepulauan Alor. Di sisi tenggara ada pulau Timor. Di sisi barat energi ada pulau Sumba, di sisi selatan ada laut Sawu, sisi utara, di melintas Laut Flores ada Sulawesi.
Kaum bangsa Flores merupakan percampuran etnik antara Melayu, Melanesia, serta Portugis. Disebabkan sempat jadi Koloni Portugis, hingga interaksi dengan kultur Portugis amat terasa dalam kultur Flores, bagus lewat genetik, agama, serta adat.
Flores merupakan bagian dari provinsi Nusa Tenggara Timur. Pulau ini dipecah jadi beberapa kabupaten; dari barat ke timur bagaikan selanjutnya:
Manggarai Barat dengan ibukota Labuan Bajo,
Manggarai dengan ibukota Ruteng,
Manggarai Timur dengan ibukota Sekalian,
Ngada dengan ibukota Bajawa,
Nagekeo dengan ibukota Mbay,
Ende dengan ibukota Ende,
Sikka dengan ibukota Maumere,
Flores Timur dengan ibukota Larantuka.
Flores mempunyai sebagian gunung berkobar aktif serta tidur, tercantum Egon, Ilimuda, Lereboleng, Lewotobi, serta ile Ape( lembata), Rokatenda( martil’ e), Ebulobo
Flores mempunyai satu dari demikian binatang sangat jarang serta dilindungi di bumi ialah Varanus komodoensis ataupun lebih diketahui dengan Biawak raksasa. Raptil ini hidup di Pulau Komodo serta Pulau Rinca, keduanya terletak di Kabupaten Manggarai Barat, Flores Barat. Tidak hanya Pulau Komodo serta Pulau Rinca yang tercantum dalam area Taman Nasional Komodo, Flores pula mempunyai satu Taman Nasional lagi yang terdapat di Kabupaten Ende, ialah Taman Nasional Kelimutu. Energi raih penting Taman Nasional Kelimutu merupakan Situ 3 Warna- nya yang senantiasa berganti corak air danaunya. Hendak namun sebetulnya di dalam Area Taman Nasional Kelimutu itu berkembang serta bertumbuh dengan cara natural bermacam tipe genus belukar serta ganggang. Oleh sebab itu pada dini tahun 2007, pihak pengelola Taman Nasional Kelimutu melai melangsungkan pengenalan kepada kekayaan biologi TN Kelimutu buat setelah itu dibesarkan jadi Ladang Raya Kelimutu. Jadi, esoknya para turis yang tiba ke Area Darmawisata Alam Kelimutu, tidak hanya bisa menikmati mukjizat Situ 3 Corak, pula bisa mencermati keragaman biologi dalam Ladang Raya Kelimutu.
Di Mataloko, Kabupaten Ngada ada pangkal panas dunia yang dikala ini lagi dibesarkan jadi pangkal listrik. Di Soa, sisi timur kota Bajawa, bunda kota kabupaten Ngada ada tempat kolam renang air panas natural. Banyak wisatawan asing yang tiba ke situ.
Di Riung, utara kabupaten Ngada, ada Taman laut 17 Pulau yang seelok Taman laut Bunaken di Manado. Yang istimewa dari Taman laut ini merupakan ada suatu pulau yang bernama pulau Kelelawar yang jadi tempat bermukim ribuan kelelawar.
Pada September 2003, di terowongan Gohong Bua di Flores barat, paleoantropologis menciptakan batok kepala genus hominid yang tadinya tidak dikenal. Penemuan ini dikenal“ orang Flores”( Homo floresiensis, dinamai hobbit). Temuan ini dilansir dalam majalah Nature versi 28 Oktober 2004. Status penemuan ini saat ini sedang diperdebatkan, apakah tercantum Homo erectus ataupun Homo sapiens.