Kapal Wisata di Komodo Labuan Bajo-Antara Pandemi dan Aturan Baru

Kapal Wisata di Komodo Labuan Bajo-Antara Pandemi dan Aturan Baru

KAPAL WISATA di KOMODO – LABUAN BAJO
Antara Pandemi – Menunggu aturan Booking Online – Carrying Capacity

Semenjak ditutupnya Taman Nasional Komodo Bulan Februari yang Lalu, dikarenakan Mewabahnya Virus Corona yang Melanda Negeri Tercinta ini Khususnya dan Dunia Umumnya, Industri Pariwisata di Labuan Bajo secara Otomatis Terhenti dengan Sendirinya Seluruh Aktivitas Pariwisata Yang ADA.

Tidak Bisa dipungkiri, Mencuatnya Nama Labuan Bajo di Kancah Internasional tidak Terlepas dari Nama Sang Legendaris Komodo Beserta Taman Nasionalnya. Sudah Bukan Rahasia Juga, Hadirnya Masyarakat Nasional dan Internasional di Wilayah ini, Karena 2 Faktor diatas.

Sehingga, Dengan Lesunya Industri Pariwisata dikarenakan Penutupan Taman Nasional Komodo, Menimbulkan Effect yang Sangat Besar, Baik dari segi Pemasukan sampai dengan Pendapatan itu Sendiri, Karena Tidak Sedikit Masyarakat yang Menggantungkan Hidupnya dari Industri Pariwisata.

Sempat Beberapa Kali Beredar Informasi Pembukaan Kembali serta Perpanjangan Penutupan Taman Nasional Komodo Sebelum Bulan Juli 2020 Kemarin yang Sedikit Membawa Angin Segar untuk Industri Pariwisata di Labuan Bajo, sampai Pada Akhirnya dibuka Secara Resmi di Bulan Juli 2020 ini dengan Berbagai aturan Baru.

Sampai Pada Saat Saya Menulis Tulisan ini, Aturan Baru tersebut Belum Rampung dan Masih akan digodok lagi. Kami sebagai Salah Satu Pelaku pada Industri Pariwisata Juga Masih Bingung dengan Beberapa aturan yang ADA, Baik aturan Jumlah Wisatawan yang Berkunjung sampai pada Aturan Jumlah Kapal Wisata yang Masuk di Destinasi Wisata tertentu dengan Cara Memesan Melalui Dunia Maya itu.

Setelah Teman-Teman Melihat Sedikit Cuplikan Video Saya diatas, Teman-Teman Bisa Menyimpulkan Sendiri, Bagaimana Kondisi Kapal Wisata dimasa Pandemic ini, Baik dari Sisi Aturan-Aturan Baru maupun dari Sisi Kunjungan Wisatawan Domestik dan Internasional yang Bisa dikata Sangat Minim.

Tapi, Apalah Arti Semua Tulisan Saya diatas, dengan Berbagai Embel-Embel Positif dan Negatifnya, Teman-Teman yang Berjiwa Petualang Sejati Tetaplah Menjadi Petualang Sejati dengan Memuaskan Birahi Jiwa Petualangannya untuk Berkunjung ke Daerah Tujuan Wisata yang diimpikan. Dan Tetap dalam Tanda Kutip Mengikuti aturan Perjalanan sesuai Standart Pencegahan Meluasnya Virus Corona dengan Tetap Menggunakan Topeng, dan atau Pelindung Wajah, serta Pembersih Tangan. (MAAF !!! Saya Kurang Tau Bahasa INGGRISnya)

Dan JANGAN LUPA Pula, Kalau ingin Berkunjung ke Komodo Labuan Bajo, Silahkan KLIK Link dibawah ini :

https://simpellink.com/DirgaKabila19801

TERIMA KASIH

https://simpellink.com/RamliHamdani

Minum Sarabba Corona di Komodo Labuan Bajo

Minum Sarabba Corona di Komodo Labuan Bajo

Sarabba Corona, Sarabba merupakan Minuman Khas Makassar yang diracik dari campuran Jahe, Kuning Telur, Gula Aren, Santan, Susu dan Merica Bubuk. Minuman ini mirip dengan Wedang Jahe di Jawa Tengah. Pemberian Nama Corona Pada Produk yang dijual Secara OnLine di Labuan Bajo Kecamatan Komodo ini, BUKAN Mendiskreditkan Virus yang Mulai Mewabah di Indonesia Sejak Awal Tahun 2020an, melainkan untuk Mengingatkan Kita bahwa Meminum Sarabba yang Mengandung Unsur Jahe, Mampu Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Kita.

Sejak Wabah COVID-19 menyerang, segala Produk dengan Klaim Pencegahan dan Penyembuhan mendadak Laris Manis di Pasaran, tak terkecuali ragam Rempah Nusantara seperti Jahe, Kunyit, dan Temulawak. Rempah-Rempah Tersebut dipercaya Bisa Meningkatkan Daya Tahan Tubuh sehingga bisa menangkal Transmisi Virus Corona. Jahe, Kunyit, dan Temulawak memang Bagus untuk menambah Daya Tahan Tubuh, tapi tak serta-merta bisa menyembuhkan COVID-19. Menurut Kepala Kelompok Penelitian Center for Drug Discovery dan Development, Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Masteria Yunovilsa Putra, Jahe Merah tidak dapat Membunuh Virus tapi hanya Meringankan Gejala yang ditimbulkan.

Atas Dasar tersebut, Munculah Ide ingin Membuat dan Memasarkan Sarabba ke Masyarakat Umum, Khususnya yang Berdomisili di Labuan Bajo Kecamatan Komodo ataupun Para Pendatang Sementara yang ingin Merasakan Nikmatnya Minuman Khas Kota Daeng yang Satu ini, tanpa Harus Mengeluarkan Biaya Banyak untuk Merasakan Nikmatnya Minuman ini dari Kota Asalnya Makassar.

BACA JUGA : PAKET BERLIBUR MURAH KE KOMODO-LABUAN BAJO

Sarabba Corona Sementara ini diproduksi secara Rumahan dan dipasarkan Secara OnLine dulu, Mengingat Tingkat Produksinya Baru Terbilang masih Sedikit dan Baru dimulai Beberapa Hari Sejak Tulisan ini dimuat, sambil Melihat Keiniginan, Daya Beli dan Permintaan Masyarakat Terhadap Minuman Khas Kota Daeng ini. Tidak Kalah Pentingnya Juga, Kita Sambil Mengedukasi Masyarakat Tentang Khasiat Jahe untuk Kesehatan.

Bagi Bapak/Ibu, Teman-Teman dan Masyarakat Labuan Bajo Kecamatan Komodo Khususnya, yang Ingin Merasakan Nikmatnya Minuman Sarabba ini, Silahkan Menghubungi Ibu Mardiwati Melalui Telp/SMS di 081355206919 atau WA di 081333747800 , Ingin Lebih Akrab Lagi ??? Boleh di KLIK Link ini Facebook Ibu Mardiwati Sambil Melihat Update Penjualan di Beranda Facebook Pribadinya. Jika ingin Langsung ke Rumah Produksinya, Pengguna Android Bisa Langsung KLIK Link ini Rumah Produksi Google Map Langsung Mengarahkan ke Titik Lokasi.

Semoga dengan Hadirnya Sarabba Corona ataupun Minuman-Minuman Kesehatan dari Bahan Rempah-Rempah Tradisional Lainnya, dapat Membantu Meningkatkan Daya Tahan Tubuh bagi Penggunanya serta Dapat Hidup Lebih Sehat dan Terhindar dari Berbagai Macam Serangan Virus yang Mengganggu Daya Tahan Tubuh.

Sarabba Corona.. Dapat NIKMATnya Dapat SEHATnya.


https://www.ramlihamdani.id/

Kabupaten Manggarai Barat

Kabupaten Manggarai Barat

Kabupaten Manggarai Barat merupakan sesuatu kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Kabupaten Manggarai Barat ialah hasil pemekaran dari Kabupaten Manggarai bersumber pada Undang Undang Nomor. 8 Tahun 2003. Wilayahnya mencakup darat Pulau Flores bagian Barat serta sebagian pulau kecil di sekelilingnya, antara lain merupakan Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Seraya Besar, Pulau Seraya Kecil, Pulau Bidadari serta Pulau Longos. Besar area Kabupaten Manggarai Barat merupakan 9. 450 km² yang terdiri dari area darat seluas 2. 947, 50 km² serta area lautan 7. 052, 97 km².
Ilham pemekaran area Kabupaten Manggarai Barat telah terdapat semenjak tahun 1950- an. Ilham ini mencuat awal kali oleh Ayah Lambertus Kape, figur Manggarai asal Kempo Kecamatan Sano Nggoang yang sempat bersandar bagaikan badan Konstituante di Jakarta. Pada tahun 1963 harapan buat memekarkan Kabupaten Manggarai dengan membuat Kabupaten Manggarai Barat mulai diperjuangkan dengan cara resmi lewat badan politik partai Kristen Subkomisariat Manggarai. Pada tahun 1982 Manggarai Barat diserahkan status Area Kegiatan Pembantu Bupati Manggarai Bagian Barat dengan Ketetapan Menteri Dalam Negeri No: 821. 26- 1355 bertepatan pada 11 november 1982.
Lewat cara analisis yang matang dengan mencermati kemampuan serta besar area dan keinginan buat pendekatan jasa pada warga hingga lewat Konferensi Sempurna DPR RI bertepatan pada 27 Januari 2003 harapan serta kemauan warga Manggarai Barat menggapai puncaknya dengan disahkannya Hukum No 8 tahun 2003 mengenai pembuatan Kabupaten Manggarai Barat hingga Kabupaten Manggarai Barat sah tercipta.
Pada bertepatan pada 1 September 2003, Drs. Fidelis Pranda dilantik jadi Administratur Bupati Kabupaten Manggarai Barat yang bekerja melaksanakan rezim dan menyiapkan penentuan kepala wilayah pasti. Serta berikutnya lewat cara kerakyatan dengan penentuan kepala wilayah dengan cara langsung Drs. Fidelis Pranda dan Drs. Agustinus Ch. Dula setelah itu dinaikan jadi Bupati serta Delegasi Bupati Manggarai Barat yang awal.
Serta pada tahun 2010, dilangsungkan cara pilkada yang kedua. Dari cara ini Drs. Agustinus Ch. Dula dan Drs. Maximus Gasa jadi Bupati serta delegasi Bupati yang kedua.
Pada dini berdirinya dibagi atas 7 kecamatan ialah Kecamatan Komodo, Kecamatan Sano Nggoang, Kecamatan Boleng, Kecamatan Lembor, Kecamatan Welak, Kecamatan Kuwus, Kecamatan Macang Pacar serta pada tahun 2011 dimekarkan jadi 10 kecamatan dengan bonus area pemekaran ialah Kecamatan Lembor Selatan, Kecamatan Mbeliling serta Kecamatan Ndoso.
Kecamatan di Manggarai Barat, ialah:
Kecamatan Komodo
Kecamatan Sano Nggoang
Kecamatan Mbeliling
Kecamatan Boleng
Kecamatan Kuwus
Kecamatan Lembor
Kecamatan Lembor Selatan
Kecamatan Welak
Kecamatan Ndoso
Kecamatan Macang Pacar