Kampung Budaya Compang To’e Melo merupakan salah satu destinasi wisata budaya yang terletak di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Kampung ini menawarkan pengalaman unik untuk mengenal lebih dekat kebudayaan suku Manggarai dan menikmati keindahan alam dari ketinggian. Jarak tempuh dari pusat kota Labuan Bajo menuju ke destinasi wisata ini kurang lebih sekitar 40-45 menit.
Daya Tarik Utama
Terdapat dua daya tarik utama dari destinasi wisata ini yaitu wisata budaya dan wisata alam :
1. Wisata Budaya:
Penyambutan Adat: Pengunjung yang terdiri dari rombongan biasanya akan disambut dengan upacara adat di dalam rumah adat yang dikenal sebagai “Rumah Gendang”. Penyambutan ini biasanya melibatkan pengalungan kain tenun Manggarai sebagai tanda kehormatan dan restu.
Tari Caci: Tari Caci adalah tarian perang tradisional khas Manggarai yang dilakukan oleh dua pria. Tarian ini penuh semangat dan memiliki makna mendalam sebagai wujud rasa syukur dan penyelesaian sengketa. Kostum penarinya pun unik dan penuh warna. Mereka menggunakan pecut (cambuk) dan tameng (perisai) sebagai properti. Tarian ini merupakan atraksi yang paling dinantikan oleh pengunjung.
Interaksi dengan Masyarakat Lokal: Masyarakat di Kampung Melo sangat ramah dan terbuka. Mereka senang berbagi cerita mengenai adat istiadat, mitos, dan legenda lokal sehingga pengunjung dapat mengetahui adat istiadat dan cara hidup mereka. Sebagian besar masyarakat di Kampung Melo sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani atau pekebun.
Belajar Budaya: Pengunjung dapat belajar langsung bagaimana cara membuat kerajinan tangan khas Manggarai, seperti anyaman dari daun lontar dan tenun ikat.
2. Wisata Alam:
Pemandangan dari Ketinggian: Berada di ketinggian sekitar 624 mdpl, Kampung Melo menawarkan pemandangan lanskap yang memukau.Pengunjung dapat melihat hamparan perbukitan hijau dan lautan biru yang membentang luas. Suasana di sini sangat sejuk dan tenang, jauh dari hiruk pikuk kota.
Matahari Terbenam: Bagi penikmat senja, kampung ini menjadi lokasi yang sempurna untuk menyaksikan panorama matahari terbenam yang indah dengan langit jingga yang menciptakan suasana magis.
Aktivitas yang Bisa Dilakukan
- Menyaksikan dan Mengikuti Tarian: Selain melihat pertunjukan Tari Caci, beberapa sumber menyebutkan bahwa pengunjung juga dapat ikut menari tarian lain seperti Tarian Ndudu Ndake.
- Mencicipi Minuman Tradisional: Pengunjung biasanya akan disuguhkan tuak atau sopi, minuman tradisional yang terbuat dari nira pohon enau.
- Belajar Mengolah Kopi: Pengunjung dapat mencoba pengalaman menyangrai kopi secara tradisional yang disebut “cero kopi” dan menumbuk biji kopi.
- Mencoba Pakaian Adat: Ada juga pilihan bagi pengunjung untuk mengenakan pakaian adat Manggarai dan berfoto di depan rumah adat.
- Berbelanja Oleh-oleh: Kampung ini juga menjadi tempat yang tepat untuk berbelanja oleh-oleh otentik. Pengunjung bisa membeli produk-produk khas lokal seperti kain tenun, kerajinan tangan, kopi, dan gula aren.
Informasi Tambahan
- Biaya Masuk: Ada biaya masuk untuk menikmati wisata budaya di Kampung Melo, dengan harga mulai dari Rp 5.000-10.000 per orang, tetapi mungkin ada perbedaan harga antara pengunjung lokal dan asing ataupun saat ada pertunjukan tarian caci.
- Waktu berkunjung: Waktu yang tepat untuk berkunjung yaitu sekitar jam 8 pagi sampai jam 5 sore
-
Fasilitas: Beberapa homestay juga tersedia bagi pengunjung yang ingin merasakan pengalaman menginap langsung dengan masyarakat setempat.
Singkatnya, kunjungan ke Kampung Compang To’e Melo akan memberikan pengalaman wisata yang berbeda dari wisata bahari di Labuan Bajo. Pengunjung tidak hanya menikmati pemandangan alam yang mempesona tetapi juga memperkaya pengetahuan budaya.